Recently, Malaysia countries were shock with the student sponsorship by PETRONAS was disappeared. Yesterday, I read an article about this report. That guess says ‘Ariff Alfian yang baru beberapa jam mencipta nama” so funny. Actually I just want to take the moral of the value from the story. His parents must be regret and I was express pity to them. Kesian, mesti mereka tak sangka anak yang mereka sayang jadi macam tu. Seorang pelajar yang pandai, beragama dan sedang mencipta nama telah hilang punca. Kasihan dia, saya harap semoga Allah bagi kesedaran pada dia sebelum terlambat.
Teguhkanlah Keperibadian Anda
Yakni, jangan mudah mengenakan dan meniru-niru ciri keperibadian umat lain. Kerana itu adalah petaka bahawa Allah tidak redha kepadamu. Orang-orang yang lupa dengan dirinya sendiri , his voice, body movement, his ability, his spoken, and his background mostly will tiru budaya bangsa lain. Dan itulah yang disebut dengan melatah, mengada-ngada, berpura-pura dan kehilangan jati diri.
Sejak zaman nabi Adam ‘Alaihissalam lagi, tidak pernah ada manusia dilahirkan dalam keadaan yang sama dengan orang lain. Jika begitu kenapa masih ramai yang ingin menyamakan perilaku mereka dengan bangsa yang lain??? Saya pelik, jadi diri kita sendiri sudah lah. Sayang agama dan bangsa kita.
Tidak ada seorang pun yang akan menyerupai kita dalam sejarah kehidupan. Belum ada manusia yang sama diciptakan dan tidak akan pernah ada yang sama dengan kita pada kemudian hari.
Oleh itu, jangan memaksa diri untuk menjadi orang lain!!! Tetapkan keperibadian kita dan berjalan pada perilaku kita sendiri.
……..’sesungguhnya setiap satu puak (diantara mereka) telah mengetahui tempat minum masing-masing’……
(Al-Baqarah:60)
Hiduplah seperti mana kita diciptakan. Jangan mengubah suara kita dan jangan mengubah cara berjalan kita!!! Subhanallah! Kalau Allah nak tarik nikmat yang dia bagi bila2 masa saja! Tapi kita semua tahu yang Allah maha penyayang…. Peringatan ini untuk saya dan semua sahabat yang saya sayangi..
Hiduplah dengan corak dan warna sendiri. Contoh yang terdekat adalah seperti starting post saya ini. Saya sedih sangat dengan apa yang terjadi pada Ariff Alfian. Ini saja yang saya mampu….
Janganlah setiap daripada kita menjadi orang yang x berpendirian. Kita manusia sama seperti tumbuhan, bermacam warna, corak, ada yang manis dan masam, ada yang pendek dan panjang. Itulah manusia. Jika kita pisang, mana mungkin kita akan menjadi seperti jambu sebab harga kita akan nampak bila kita menjadi pisang.
Jika tumbuhan mmg dia tak mampu nak ubah sebab tumbuhan x boleh bergerak. Tapi, manusia boleh bergerak malah dikurniakan akal dan hati. Mana yang kita akan pilih?? Sesungguhnya perbzaan warna kulit, nafsu, bahasa dan kemampuan kita adalah kebesaran Allah S.W.T.:)